Sejarah
Sejarah lahir dan berdirinya Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar secara tertulis belum dapat ditemukan, dan hanya berdasarkan cerita orang tua ( sesepuh ), bahwa Desa Sawentar berdiri pada tahun 1691 dan babat pertama kalinya yaitu R.Wongso Yudho. Konon menurut cerita yang telah banyak beredar di masyarakat warga Desa Sawentar dan dikuatkan dengan keterangan dari sesepuh desa bernama Bapak Suwito ( 65 tahun ) mantan perangkat Desa Sawentar yang tadinya menjabat sebagai Kepala Dusun ( Kamituwo) Dusun Tegalrejo, dahulu Babat pertama dari Dukuh Tegalrejo yang pada jaman dahulu dukuh itu disebut orang Dukuh Tawang Bakalan, yang artinya babat pertama Desa Sawentar. Dari Dukuh itu Babat Desa tidak bisa diteruskan karena pada jaman itu ada paceklik yang amat hebat. Setelah beberapa tahun lamanya, babat Desa tersebut dilanjutkan menuju jurusan selatan yang searah disebut Dukuh Sambong, yang artinya babatan sambungan atau sambungan babatan.
Sawentar adalah sebuah nama nunggak semi dengan keberadaan sebuah Candi“ Lwang Wentar “. Candi tersebut didirikan tahun 1260 pada zaman Pemerintahan Prabu Ronggowuni Kerajaan Singosari dan merupakan pengabuan Raja Anusopati. Dengan demikian Candi Sawentar Berdiri pada Zaman Kerajaan Singosari.
Menurut kitab Negara Kertagama, Karangan Empu Prapanca pada tahun 1361.disebutkan :
“Ndan ring saka tri tanu rawi ring wesaka, sri natha muja mara ri palah sabrtya, jambat sing ramya pinaraniran langlitya,ro lwang wentar manguri balitar mwang jimbe”
Lalu pada tahun saka Tritanurawi – 1283 (1361 Masehi) Bulan Wesaka (April-Mei),Baginda raja memuja (nyekar) Ke Palah dengan pengiringnya, berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lwang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe (Riana. 2009:302).
Dengan demikian Prabu Hayamuruk pernah mengunjungi Candi Lwang Wentar untuk menhibur diri mencari kedamaian dan ketenangan.karena Sawentar merupakan bagian yang luas dari kerajaan Majapahit, yang indah, sejuk dan damai.
Di Sawentar terdapat peninggalan jaman Kerajaan Majapahit, yaitu Candi yang sekarang dikenal dengan nama Candi Sawentar karena berada di Desa Sawentar dan tepatnya di Dusun Centong.
Berdasarkan uraian diatas maka yang disebut Lwang Wentar dalam kitab Nagara Krtgama adalah Desa Sawentar yang sekarang.
Desa Sawentar tidak lepas dari peninggalan yang ada pada masa Kerajaan Majapahit. Peninggalan yang ada dimungkinkan menjadi tempat pemujaan pada masanya.
Jadi nama Sawentar berasal dari Lwang Wentar yang merupakan bagian yang luas dari kerajaan Majapahit.
Adapun menurut cerita dan data yang ada orang yang pernah menjabat Kepala Desa Sawentar adalah sebagai berikut :
1. R. WONGSO YUDHO : menjabat tahun 1691 s/d tahun 1736
2. KARYOSECO : menjabat tahun 1736 s/d tahun 1766
3. DIPO KROMO : menjabat tahun 1766 s/d tahun 1781
4. RONO KARTO : menjabat tahun 1781(36hari meninggal dunia)
5. KARSO WIJOYO : menjabat tahun 1782 s/d tahun 1809
6. KARYO MEJO : menjabat tahun 1809 s/d tahun 1832
7. IROREJO : menjabat tahun 1832 s/d tahun 1858
8. KARTOMEJO : menjabat tahun 1858 s/d tahun 1865
9. RUHIDIN : menjabat tahun 1865 s/d tahun 1892
10. KROMO KARTO : menjabat tahun 1892 s/d tahun 1922
11. SODIMEJO : menjabat tahun 1922 s/d tahun 1948
12. WIRYOSENTONO : menjabat tahun 1948 s/d tahun 1954
13. FAKIH : menjabat tahun 1954 s/d tahun 1956
14. MARTOSENTONO : menjabat tahun 1956 s/d tahun 1984
15. SADJIMAN : menjabat tahun 1984 s/d tahun 2000 (menjabat 2 periode dan dilanjutkanmenjabat sebagai PJS Kepala Desa Sawentar tahun 2000-2002)
16. PRATNI BUDIANTI : menjabat tahun 2002 s/d tahun 2007 (istri Sadjiman dan dilanjutkan menjabat sebagai PJS Kepala Desa Sawentar tahun 2007-2008)
17. SUNOTO : menjabat tahun 2008-2014 dan 2014-2019 ( dua periode)
18. MUJIYANTO : menjabat tahun 2019 sampai sekarang
